Musim hujan sering membawa satu masalah klasik di area laundry rumah: jamur dan bau apek di mesin cuci. Kelembapan udara yang tinggi membuat bagian dalam drum, seal pintu, hingga laci deterjen menjadi tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh. Kalau dibiarkan, bukan cuma mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa memengaruhi hasil cucian—pakaian jadi kurang wangi, terasa lembap, bahkan muncul bercak hitam yang mengganggu.
Kabar baiknya, jamur di mesin cuci sebenarnya sangat bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana dan pemakaian mesin yang tepat. Berikut panduan lengkap yang bisa kamu lakukan, terutama di musim hujan ketika risiko kelembapan meningkat drastis.
1. Selalu Keringkan Bagian Dalam Drum
Setelah selesai mencuci, banyak orang langsung menutup pintu mesin. Kebiasaan ini membuat uap air terperangkap dan memicu tumbuhnya jamur.
Cara terbaik adalah:
- Biarkan pintu mesin terbuka minimal 1–2 jam setelah pemakaian.
- Lap bagian dalam drum dan seal pintu untuk mengurangi sisa air.
Pada mesin seperti IPSO, drum stainless steel-nya lebih cepat kering sehingga membantu menurunkan risiko jamur, tapi tetap perlu ventilasi yang baik.
2. Bersihkan Seal Pintu Secara Rutin
Seal karet adalah area yang paling sering menjadi sarang jamur karena menahan air, detergen, dan kotoran.
Langkah pencegahannya:
- Seka seal dengan kain microfiber setelah mencuci.
- Seminggu sekali, bersihkan dengan campuran air hangat + sedikit cuka atau baking soda.
Cuka membantu membunuh spora jamur, sementara baking soda menetralisir bau apek.
3. Hindari Meninggalkan Cucian Basah di Dalam Mesin
Saat musim hujan, aktivitas rumah kadang penuh, dan banyak orang lupa mengangkat cucian. Sayangnya, membiarkan cucian basah di drum selama berjam-jam adalah penyebab nomor satu jamur dan bau menempel.
Solusi:
- Setel alarm di ponsel.
- Jika mesin kamu support delay end, atur waktu selesai agar pas saat kamu ada di rumah.
- Mesin IPSO dengan durasi siklus lebih stabil membantu meminimalisir keterlambatan dan cucian yang terlalu lama lembap.
4. Lakukan “Cuci Kosong” Secara Berkala
Perawatan sederhana ini wajib dilakukan minimal dua minggu sekali, apalagi di musim hujan.
Caranya:
- Jalankan mesin kosong.
- Gunakan air panas (jika mesin mendukung).
- Tambahkan 1 cangkir cuka atau pembersih mesin cuci.
Tujuannya adalah meluruhkan residu detergen dan menghilangkan spora jamur yang mungkin berkembang.
5. Pastikan Area Laundry Tidak Terlalu Lembap
Kadang jamur bukan hanya karena mesin, tapi ruangannya.
Tips mudah:
- Beri ventilasi yang cukup.
- Gunakan dehumidifier portable jika ruangan tertutup.
- Jangan menumpuk cucian basah terlalu lama di keranjang.
Dengan ruangan yang lebih kering, mesin cuci juga tidak mudah berjamur.
6. Gunakan Deterjen Secukupnya
Banyak orang berpikir semakin banyak deterjen semakin bersih. Padahal sisa deterjen yang tidak larut justru menempel di dinding drum dan jadi makanan bagi jamur.
Gunakan takaran sesuai instruksi. Mesin IPSO dirancang untuk efisiensi pembilasan, sehingga membantu mengurangi residu deterjen yang memicu jamur.
7. Cek dan Bersihkan Laci Deterjen
Laci deterjen sering luput dari perhatian. Bagian ini lembap dan mudah berkerak.
Cara mencegah jamur:
- Keluarkan laci (jika bisa dilepas).
- Rendam dalam air hangat + sedikit detergen.
- Keringkan sebelum memasang kembali.
Musim hujan memang membuat kelembapan meningkat, tapi dengan langkah perawatan yang tepat, jamur pada mesin cuci bisa dicegah dengan mudah. Kuncinya ada pada kebiasaan menjaga area tetap kering, membersihkan bagian-bagian yang rawan, dan memastikan mesin bekerja efisien.
Mesin cuci seperti IPSO yang terkenal kuat, stabil, dan punya daya bilas optimal turut membantu mengurangi risiko jamur, terutama bagi pengguna yang rutin mencuci di musim hujan.
Dengan perawatan sederhana ini, mesin cuci tetap bersih, awet, dan hasil cucian tetap wangi sepanjang tahun.
