IPSO by Super Andalan Perkasa
page-banner-shape-1
page-banner-shape-2

Tarawih Berjamaah di Masjid Penuh Pendingin Ruangan: Kenapa Baju Tetap Lembap Meski Tidak Berkeringat Banyak?

Tarawih Berjamaah di Masjid Penuh Pendingin Ruangan: Kenapa Baju Tetap Lembap Meski Tidak Berkeringat Banyak?

Banyak masjid kini dilengkapi pendingin ruangan atau AC agar jamaah lebih nyaman saat tarawih. Udara terasa sejuk, tidak pengap, dan ibadah pun lebih khusyuk.

Namun ada satu hal yang sering membingungkan: baju tetap terasa lembap setelah tarawih, padahal tidak merasa berkeringat banyak.

Kenapa bisa begitu?

Keringat Mikro yang Tidak Terasa

Tubuh manusia tetap memproduksi keringat meski berada di ruangan ber-AC. Bedanya, keringat yang keluar sering kali sangat tipis dan tidak terasa menetes.

Saat berdiri, rukuk, dan sujud berulang kali, suhu tubuh sedikit meningkat. Tubuh merespons dengan mengeluarkan keringat mikro untuk menjaga keseimbangan suhu.

Karena ruangan dingin, keringat ini tidak langsung menguap sempurna — sebagian justru tertahan di serat kain.

Perbedaan Suhu Dalam dan Luar Ruangan

Banyak jamaah datang dari luar ruangan yang hangat atau lembap, lalu masuk ke masjid ber-AC. Perubahan suhu mendadak ini menciptakan kondensasi ringan pada permukaan kulit dan kain.

Efeknya mirip ketika gelas dingin “berkeringat” di ruangan hangat. Kelembapan halus ini membuat pakaian terasa sedikit basah meski tubuh tidak merasa berkeringat deras.

Kepadatan Jamaah & Sirkulasi Udara

Walaupun ruangan ber-AC, masjid yang penuh jamaah tetap memiliki tingkat kelembapan lebih tinggi. Uap napas dan panas tubuh ratusan orang terkumpul dalam satu ruang.

Kelembapan udara yang meningkat memperlambat proses penguapan keringat dari pakaian.

Bahan Pakaian Berperan Besar

Gamis, koko, atau mukena dengan bahan campuran poliester cenderung kurang breathable dibanding katun murni. Kain jenis ini menahan kelembapan lebih lama.

Akibatnya, setelah tarawih, pakaian terasa dingin dan lembap saat disentuh — walau sebenarnya tidak terlalu basah.

Dampaknya Jika Tidak Langsung Ditangani

Sering kali setelah pulang, pakaian langsung digantung di kamar tanpa sirkulasi udara baik. Jika kelembapan mikro tertinggal, bakteri bisa berkembang semalaman.

Inilah alasan mengapa keesokan harinya pakaian terasa kurang segar atau bahkan mulai menimbulkan bau tipis.

Cara Mengatasinya Selama Ramadhan

  • Angin-anginkan pakaian setelah dipakai, jangan langsung dilipat.
  • Gunakan hanger dengan jarak antar pakaian agar udara bisa mengalir.
  • Pastikan proses bilas benar-benar bersih agar tidak ada residu yang memperparah bau.
  • Pilih bahan yang lebih mudah menyerap dan melepaskan kelembapan.

Tarawih adalah momen ibadah yang penuh ketenangan. Dengan memahami faktor suhu, kelembapan, dan jenis kain, Anda bisa menjaga pakaian tetap segar meski beribadah di masjid ber-AC setiap malam sepanjang Ramadhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *